Makassar, 9 Juni 2026 – Center for Peace, Conflict, and Democracy (CPCD) Universitas Hasanuddin bersama The Habibie Center menggelar pertemuan koordinasi secara daring pada Selasa (9/6) untuk mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan internasional bertajuk “Talking ASEAN: Borrowed Futures: Intergenerational Justice, Youth Leadership, and Climate Responsibility in ASEAN” yang akan diselenggarakan di Makassar pada September 2026.
Pertemuan juga membahas komposisi narasumber yang akan dihadirkan dalam forum Talking ASEAN: Borrowed Futures. Sejumlah calon pembicara lokal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, pegiat film, aktivis disabilitas, hingga organisasi masyarakat sipil menjadi bagian dari pembahasan. Selain itu, kegiatan ini juga direncanakan menghadirkan pembicara internasional yang memiliki perhatian dan pengalaman pada isu keadilan antargenerasi, kepemimpinan pemuda, serta tata kelola perubahan iklim di kawasan ASEAN. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memperkaya diskusi sekaligus menghadirkan perspektif yang beragam dan inklusif.
Forum Talking ASEAN ini dirancang sebagai ruang dialog yang mempertemukan akademisi, peneliti, organisasi masyarakat sipil, pemuda, dan pembuat kebijakan untuk mendiskusikan tantangan serta peluang dalam mendorong tata kelola iklim yang berkeadilan di kawasan ASEAN.
Selain membahas persiapan kegiatan, CPCD Unhas dan The Habibie Center juga mendiskusikan rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Hasanuddin dan The Habibie Center yang direncanakan berlangsung sebelum pelaksanaan kegiatan pada September mendatang. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jejaring akademik dan kebijakan publik.
Melalui kolaborasi ini, kedua lembaga berkomitmen untuk menghadirkan forum yang mampu mendorong lahirnya gagasan, rekomendasi kebijakan, dan kerja sama lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan, perdamaian, dan ketahanan iklim di kawasan Asia Tenggara.
Rangkaian persiapan akan terus dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, termasuk finalisasi agenda, konfirmasi narasumber internasional dan nasional, penandatanganan MoU, serta koordinasi teknis penyelenggaraan kegiatan di Makassar.


