Center for Peace, Conflict & Democracy (CPCD) Universitas Hasanuddin memperkuat kolaborasi strategis dengan The Habibie Center (THC) dalam rangka persiapan rangkaian kegiatan “Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026”. Pertemuan koordinasi dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, melalui pertemuan daring yang mempertemukan para mitra akademik dan penyelenggara program.
Dari pihak CPCD Universitas Hasanuddin, pertemuan ini dihadiri oleh Andi Ahmad Yani, M.Si., MPA., M.Sc. sebagai peneliti CPCD, serta Yunisa Syalon sebagai peneliti muda CPCD. Sementara itu, dari The Habibie Center turut hadir Dr. Julia Norvita, Ph.D. selaku Director of Program THC dan Debby Afianty sebagai Associate THC. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mematangkan konsep kegiatan sekaligus memperjelas peran masing-masing mitra dalam rangkaian dialog regional tersebut.

Program “Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026” akan diselenggarakan di tiga kota, yakni Aceh pada April 2026, Yogyakarta pada Juli 2026, dan Makassar pada September 2026. Dalam rangkaian ini, CPCD Universitas Hasanuddin akan menjadi mitra pelaksana untuk kegiatan di Makassar.
Kegiatan di Makassar direncanakan mengangkat tema “Borrowed Futures: Intergenerational Justice, Youth Leadership, and Climate Responsibility in ASEAN”. Tema ini menekankan pentingnya keadilan antargenerasi dalam kebijakan publik, peran kepemimpinan pemuda dalam mendorong transformasi kawasan, serta tanggung jawab kolektif negara-negara ASEAN dalam menghadapi krisis iklim dan tantangan keberlanjutan.
Dalam diskusi tersebut, CPCD Unhas menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi pada penguatan substansi akademik, pengembangan kerangka dialog berbasis riset, serta pelibatan jaringan peneliti dan mahasiswa dalam kegiatan September 2026. Fokus pembahasan diarahkan pada bagaimana generasi muda dapat diposisikan sebagai aktor utama dalam mendorong kebijakan yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi jangka panjang dalam konteks ASEAN.
Kolaborasi ini menunjukkan peran aktif CPCD Universitas Hasanuddin dalam memperluas jejaring kerja sama nasional dan regional, sekaligus memperkuat kontribusi akademik Unhas dalam isu perdamaian, demokrasi, dan tata kelola kawasan yang berkelanjutan.


