" Tidak penting apapun agamamu ataupun sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah bertanya apa agamamu"
Wangari Muta Maathai
"The real thing is when you dig a hole, plant a tree, give it water, and make it survive. That's what makes the difference"
Peace Nobel Laureate 2004
Prof. DR. Dwia Aries Tina P. MA.,
"Pemahaman kolektif yang terbuka terhadap perbedaan kepentingan ekonomi dan politik sangat penting bagi konstruksi konflik sosial yang berlangsung secara damai. Dimana, keragaman entitas dan budaya diakui dan dihargai "
Barack Hussein Obama
"The peace we seek in the world begins in human hearts. And it finds its glorious expression when we look beyond any differences in religion or tribe, and rejoice in the beauty of every soul. "
Peace Nobel Laureate 2009
Nelson Rolihlahla Mandela
"The fundamental concern for others is our individual and community lives would go a long way in making the world the better place we so passionately dreamt of "
Peace Nobel Laureate 1993
Tenzin Syatso (Dalai Lama XIV)
"The planet does not need more successful people. The planet desperately needs more peacemakers, healers, restrorers, storytellers, and lovers of all kinds "
Peace Nobel Laureate 1989
DR (HC). Jusuf Kalla
"Masyarakat yang adil , toleran dan moderat, juga merupakan kunci dalam menghadapi tantangan besar ekstremisme dan radikalisme yang keras"
Prof. Hamid Awaluddin, MA., PhD.
"Damai Adalah sikap bathin tentang penghargaan martabat manusia. Tiada damai tanpa kejujuran, keberanian dan kreativitas untuk menciptakan dan memeliharanya"
dr. H. Farid Wadjdi, S.PB., (K) BD.
"Diperlukan Upaya sosialisasi baik proses maupun hasil kesepakatan damai, sebagai bagian menyuburkan dan menumbuhkan kembangkan perdamaian"
Malala Yousafzai
"I dont want to be thought of as a girl who was shot by the Taliban but the girl who fought for this the cause to which I want to devote my life "
Peace Nobel Laureate 2014
Maria Ressa
"How well we survive this time of creative destruction, it really is, depends on each of us fighting our individual battles of integrity, for integrity "
Peace Nobel Laureate 2014
Martti Ahtisaari
" Peace is a question of will. All conflicts can be settled, and there are no excuses for allowingthem to become eternal "
Peace Nobel Laureate 2008
#CPCD Update
Berita
Pengantar
Universitas Hasanuddin sangat beruntung memiliki dua tokoh inspiratif perdamaian dunia yang aktif dalam promosi perdamaian, mengurai pertikaian dan meneguhkan kelembagaan demokrasi untuk menjaga bangunan perdamaian yang berkelanjutan.
Tokoh inspirasi pertama adalah Nelson Mandela yang dikenal sebagai pejuang anti-apartheid yang selanjutnya terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan. Nelson Mandela yang juga peraih Nobel Perdamaian tahun 1998 ini mendapat Doctor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 Agustus 2005.
Tokoh kedua adalah Muhammad Jusuf Kalla yang merupakan pelopor perdamaian konflik di Indonesia, khususnya di Aceh, Ambon dan Poso. M Jusuf Kalla saat ini bekerja untuk mendorong perdamaian di Afganistan. M Jusuf Kalla adalah alumni Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin dan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-10 dan ke-12.
Berangkat spirit para tokoh perdamaian tersebut, Pusat Penelitian Perdamaian, Konflik dan Demokrasi (Center for Peace, Conflict and Democracy) didirikan untuk menjadi merupakan pusat penelitian dan pengembangan serta pendidikan dalam rangka menguatkan visi perdamaian yang berkelanjutan dengan nilai demokrasi dan Keadilan social.